...Online Community buat semua JEBOLAN SmA N 11 Ambon...
 
IndeksPortailGalleryFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Arkeologi Teliti Bekas Meteor Jatuh

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
ichan.lohy
Admin


Male
Jumlah posting : 552
Age : 28
Lokasi (kota-Prov) : Amboneeezzzz, but NoW iN MaLAnk City
Pekerjaan/hobbies : Network Engineer / Otak-atik computer
Angkatan Kelulusan : 2005
Registration date : 06.11.07

PostSubyek: Arkeologi Teliti Bekas Meteor Jatuh   Sat Jan 19, 2008 10:40 am

Munculnya lubang misterius yang diduga akibat meteor jatuh di tengah sawah kawasan Sukawati, Gianyar, mengundang perhatian banyak pihak. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Denpasar dab Tim Arkeologi turun ke lokasi TKP untuk melakukan penelitian, Kamis (3/1). Sementara, pihak Observatorium Bosscha Bandung menyaranka lubang misterius itu dikonservasi, agar tidak hilang.

Tim Puslabfor yang turun ke lokasi TKP, sawah milik I Nyoman Miasa, 46, di Banjar Gelumpang, Sukawati, Kamis kemarin, dipimpin Ketua Puslabfor Mabes Polri Cabang Denpasar, AKP Dewa Nyoman Dharma ST. Tim yang beranggotakan enam personil dengan peralatan masing-masing itu, melakukan proses penelitian awal dengan pengambilan sampel di lubang misterius. Tim Puslabfor ini melakukan pengambilan sampel selama hampir 3 jam, sejak pukul 10.00 Wita. Pengambilan sampel agak tersendat, karena hujan mengguyur sekitar TKP, sehingga anggota tim tiga kali harus bolak-balik ke rumah penduduk setempat untuk berteduh. Proses pengambilan sampel ini dipandu Kapolsek Sukawati AKP IB Wedanajati SH MH. Sampel yang diambil untuk penelitian, berupa partikel tanah di sekeliling dan radius lubang misterius berdiameter 90 cm dan kedalaman 30 cm itu. Selain itu, tim Puslabfor juga mengambil tiga jenis batu apung seukuran ujung jari tangan orang dewasa yang sebelumnya diamankan Polsek Sukawati. Kapolsek Sukawati AKP IB Wedanajati SH MH mengatakan, kedatangan tim Puslabfor ini sekaligus untuk menjawab penasaran warga dan pihak terkait tentang lubang yang diduga akibat meteor jatuh. Nantinya, tim Puslabfor akan meneliti sedimen yang terdapat di dalam lubang misterius, untuk memastikan apakah sedimen tersebut merupakan benda luar angkasa atau bukan. "Hasil penelitiannya nanti juga akan kita cocokkan dengan keterangan yang diberikan sejumlah saksi. Termasuk juga untuk berkoordinasi dengan pihak terkait," jelas Wedanajati. Pihaknya sangat optimis setelah peneltian tim Puslabfor, nantinya teka-teki tentang meteor yang jatuh hingga melubangi tanah sawah itu akan terkuak. ''Syukurnya warga di sini (Banjar Gelumpang) tetap tenang, meski rasa penasaran tetap ada,'' katanya. Selain Puslabfor Mabes Polri, Balai Arkeologi Denpasar kemarin juga menerjunkan timnya ke lokasi TKP untuk meneliti lubang yang diduga akibat meteor jatuh itu. Tim ini dikoordinasikan langsung Kepala Balai Arkeologi Denpasar, AA Oka Astawa. Menurut Astawa, pihaknya ingin memastikan apakah kubangan tersebut baru terbentuk atau sudah lama. "Untuk memastikan apakah itu meteorit atau bukan, mungkin harus dibawa ke Bandung," ujar Astawa. Astawa mengatakan, pihaknya yang menangani benda-benda bersejarah, hanya melihat lokasi jatuhnya benda yang diduga meteor tersebut. Jika diperlukan, tentu akan meneliti serpihan batuannya. "Siapa tahu ini ada kaitan dengan benda-benda peninggalan sejarah. Yang seharusnya segera turun tangan sih ya dari pihak astronomi. Mudah-mudahan dari Bandung tertarik untuk turun tangan." Lubang misterius itu sendiri bikin geger masyarakat Sukawati, Rabu (2/1), menyusul laporan sang pemilik sawah di mana lubang berada, I Nyoman Miasa. Setelah Miasa melapor ke Polsek Sukawati, polisi turun ke lokasi dan menemukan tiga buah batu hitam sebesar ujung jari orang dewasa. Batu yang diduga sebagai pecahan benda langit (meteor) tersebut kini diamankan polisi. Dugaan bahwa lubang misterius itu akibat meteor jatuh, semakin dikuatkan dengan kesaksian warga di sekitar TKP. Konon, sehari sebelumnya, Selasa (1/1) dinihari sekitar pukul 01.00 Wita, di sekitar TKP terdengar suara ledakan hingga enam kali. Di antara ledakan itu, muncul gerakan api melingkar jatuh ke sawah di sekitar TKP. Menyusul munculnya ledakan yang disertai gerakan api melingkar dinihari itu, sejumlah warga keluar rumah. Namun, warga setempat baru mengetahui kejadian yang sesungguhnya, setelah dilaporkan ada lubang misterius di sawah milik Miasa, Rabu. Sementara itu, pihak Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, Jawa Barat, menyarankan lokasi jatuhnya meteor di areal persawahan ini agar dikonservasi. Selain untuk penelitian astronomi, tempat itu juga bisa menjadi objek wisata warga sekitar. "Kawasan yang kena meteor itu jangan sampai hilang. Batu disimpan dengan baik dan bekas tumbukannya yang di sawah ya dijaga," ujar Koordinator Layanan Publik Observatorium Bosscha, Hendro Setyanto, saat dihubungi detikcom secara terpisah di Bandung, Kamis kemarin. Hendro menyatakan, jatuhnya batu meteor di Indonesia sangat jarang terjadi dan juga belum ada yang dikonservasi. Padahal, dengan konservasi lokasi dan batu meteor yang jatuh, bisa dijadikan pembelajaran bagi masyarakat. "Jika yang dikonservasi hanya batunya saja, ya sayang. Nah untuk yang di Gianyar, lokasi bekas tumbukannya bisa diperkeras agar tidak rusak oleh air. Pola tumbukannya pun harus dipertahankan," sarannya. Menurut Hendro, dengan dipertahankannya lokasi bekas tumbukan, para astronom nantinya bisa meneliti sudut datangnya dari arah mana, serta kecepatan meteor. "Kecepatannya bisa diketahui dengan meneliti ukuran serta bunyi ledakannya," ujar Hendro. Ketika disinggung apakah Bosscha akan mengirimkan tim ke Gianyari untuk pengamatan, Hendro mengaku hingga saat ini belum ada rencana. Namun, hal itu akan dibahas. "Saya sih ingin sekali ke sana (lokasi jatuhnya meteor di Sukawati). Tapi, harus dibahas dulu. Kalau ada sponsor sih, berangkat saja." Secara terpisah, Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika LAPAN, Dr Thomas Jamaluddin, menyatakan tiga batu yang ditemukan di lubang misterius di Sukawati akan diuji jenisnya, untuk memastikan apakah meteorit atau bukan. "Mungkin akan dibawa ke Museum Geologi, pusat Geologi Bandung. Kalau dibawa ke sana, akan diteliti jenis batuannya," ujar Thomas. Menurut Thomas, untuk yang sudah mengetahui dan paham mengenai jenis batuan, dengan melihat kondisi fisik batuan itu saja, sudah bisa langsung ketahuan. "Fisik luarnya sudah bisa dilihat, apakah ada bekas terbakar atau tidak. Beda apa tidak dengan batuan yang ada di Bumi? Orang Geologi yang paham soal itu," katanya. Thomas mengatakan, jika diteliti dari astronominya, berarti dilihat sumbernya dari mana, dari luar angkasa atau tidak. Ciri-cirinya darimana bisa sampai ke Bumi. "Tapi, ini 'kan dicek dulu jenis batuannya."

_________________

Profil Facebook Ichan LoHy

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.ichan.co.cc
 
Arkeologi Teliti Bekas Meteor Jatuh
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ALuMni SMA nEgERi 11 aMbOn :: NEWS INFO :: Fenomena-
Navigasi: