...Online Community buat semua JEBOLAN SmA N 11 Ambon...
 
IndeksPortailGalleryFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Sejarah Singkat Perjuangan Jojaro Nusalaut

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
ichan.lohy
Admin


Male
Jumlah posting : 552
Age : 28
Lokasi (kota-Prov) : Amboneeezzzz, but NoW iN MaLAnk City
Pekerjaan/hobbies : Network Engineer / Otak-atik computer
Angkatan Kelulusan : 2005
Registration date : 06.11.07

PostSubyek: Sejarah Singkat Perjuangan Jojaro Nusalaut   Fri Jan 11, 2008 9:41 am

Martha Christina Tiahahu dilahirkan di Abubu Nusalaut pada tanggal 4 Januari 1800 merupakan anak sulung dari Kapitan Paulus Tiahahu dan masih berusia 17 tahun ketika mengikuti jejak ayahnya memimpin perlawanan di Pulau Nusalaut.

Pada waktu yang sama Kapitan Pattimura sedang mengangkat senjata melawan kekuasaan Belanda di Saparua. Perlawanan di Saparua menjalar ke Nusalaut dan daerah sekitarnya.

Pada waktu itu sebagian pasukan rakyat bersama para Raja dan Patih bergerak ke Saparua untuk membantu perjuangan Kapitan Pattimura sehingga tindakan Belanda yang akan mengambil alih Benteng Beverwijk luput dari perhatian.

Guru Soselissa yang memihak Belanda melakukan kontak dengan musuh mengatas-namakan rakyat menyatakan menyerah kepada Belanda. Tanggal 10 Oktober 1817 Benteng Beverwijk jatuh ke tangan Belanda tanpa perlawanan.

Sementara di Saparua pertempuran demi pertempuran terus berkobar. Karena semakin berkurangnya persediaan peluru dan mesiu pasukan rakyat mundur ke pegunungan Ulath-Ouw. Diantara pasukan itu terdapat pula Martha Christina Tiahahu beserta para Raja dan Patih dari Nusalaut.

Tanggal 11 Oktober 1817 pasukan Belanda dibawah pimpinan Richemont bergerak ke Ulath, namun berhasil dipukul mundur oleh pasukan rakyat. Dengan kekuatan 100 orang prajurit, Meyer beserta Richemont kembali ke Ulath. Pertempuran berkobar kembali, korban berjatuhan di kedua belah pihak.

Dalam pertempuran ini Richemont tertembak mati. Meyer dan pasukannya bertahan di tanjakan Negeri Ouw. Dari segala penjuru pasukan rakyat mengepung, sorak sorai pasukan bercakalele, teriakan yang menggigilkan memecah udara dan membuat bulu roma berdiri.

Di tengah keganasan pertempuran itu muncul seorang gadis remaja bercakalele menantang peluru musuh. Dia adalah putri Nusahalawano, Martha Christina Tiahahu, srikandi berambut panjang terurai ke belakang dengan sehelai kain berang (kain merah) terikat di kepala.

Dengan mendampingi sang Ayah dan memberikan kobaran semangat kepada pasukan Nusalaut untuk menghancurkan musuh, jujaro itu telah memberi semangat kepada kaum perempuan dari Ulath dan Ouw untuk turut mendampingi kamu laki-laki di medan pertempuran.

Baru di medan ini Belanda berhadapan dengan kaum perempuan fanatik yang turut bertempur. Pertempuran semakin sengit katika sebuah peluru pasukan rakyat mengenai leher Meyer, Vermeulen Kringer mengambil alih komando setelah Meyer diangkat ke atas kapal Eversten.

Tanggal 12 Oktober 1817 Vermeulen Kringer memerintahkan serangan umum terhadap pasukan rakyat, ketika pasukan rakyat membalas serangan yang begitu hebat ini dengan lemparan batu, para Opsir Belanda menyadari bahwa persediaan peluru pasukan rakyat telah habis.

Vermeulen Kringer memberi komando untuk keluar dari kubu-kubu dan kembali melancarkan serangan dengan sangkur terhunus. Pasukan rakyat mundur dan bertahan di hutan, seluruh negeri Ulath dan Ouw diratakan dengan tanah, semua yang ada dibakar dan dirampok habis-habisan.

Martha Christina dan sang Ayah serta beberapa tokoh pejuang lainnya tertangkap dan dibawa ke dalam kapal Eversten. Di dalam kapal ini para tawanan dari Jasirah Tenggara bertemu dengan Kapitan Pattimura dan tawanan lainnya.

Mereka diinterogasi oleh Buyskes dan dijatuhi hukuman. Karena masih sangat muda, Buyskes membebaskan Martaha Christina Tiahahu dari hukuman, namun sang Ayah, Kapitan Paulus Tiahahu tetap dijatuhi hukuman mati.

Mendengar keputusan tersebut, Martha Christina Tiahahu memandang sekitar pasukan Belanda dengan tatapan sayu namun kuat yang menandakan keharuan mendalam terhadap sang Ayah.

Tiba-tiba Martha Christina Tiahahu merebahkan diri di depan Buyskes memohonkan ampun bagi sang ayah yang sudah tua, namun semua itu sia-sia.

Tanggal 16 Oktober 1817 Martha Christina Tiahahu beserta sang Ayah dibawa ke Nusalaut dan ditahan di benteng Beverwijk sambil menunggu pelaksanaan eksekusi mati bagi ayahnya.

Martha Christina Tiahahu mendampingi sang Ayah pada waktu memasuki tempat eksekusi, kemudian Martha Christina Tiahahu dibawa kembali ke dalam benteng Beverwijk dan tinggal bersama guru Soselissa.

Sepeninggal ayahnya Martha Christina Tiahahu masuk ke dalam hutan dan berkeliaran seperti orang kehilangan akal. Hal ini membuat kesehatannya terganggu.

Dalam suatu Operasi Pembersihan pada bulan Desember 1817 Martha Christina Tiahahu beserta 39 orang lainnya tertangkap dan dibawa dengan kapal Eversten ke Pulau Jawa untuk dipekerjakan secara paksa di perkebunan kopi.

Selama di atas kapal ini kondisi kesehatan Martha Christina Tiahahu semakin memburuk, ia menolak makan dan pengobatan.

Akhirnya pada tanggal 2 Januari 1818, selepas Tanjung Alang, Martha Christina Tiahahu menghembuskan nafas yang terakhir. Jenazah Martha Christina Tiahahu disemayamkan dengan penghormatan militer ke Laut Banda.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 012/TK/Tahun 1969, tanggal 20 Mei 1969, Martha Christina Tiahahu secara resmi diakui sebagai Pahlawan Nasional.

Untuk itu setiap tanggal 2 Januari dilakukan upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu, dan dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu yang ke 190 tahun 2008 Panitia Penyelenggara telah melaksanakan berbagai kegiatan yang pencanangannya dilakukan oleh Gubernur Maluku ditandai dengan pembukaan Lomba Sepak Bola Perempuan pada tanggal 14 Desember 2007 di Stadion Mandala Karang Panjang Ambon serta kegiatan-kegiatan lain seperti Lomba Bakar Sagu, Orasi/Penyuluhan dan Pengadaan Poster, Festival Christina, Workshop, Sosialisasi Busana Daerah Maluku, Spontanitas Festival Lagu-Lagu Perjuangan, Napak Tilas, Festival Perahu Hias, Penanaman Sejuta Pohon, Upacara Tabur Bunga di Laut, upacara peringatan di Monumen Martha Christina Tiahahu di Desa Abubu dan makan patita bersama masyarakat se Kecamatan Nusalaut.

Tema Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke 190 "Dengan Jiwa dan Semangat Perjuangan Martha Christina Tiahahu, Memberi Dorongan Dan Kekuatan Untuk Menggalang Semangat Perempuan Maluku Dalam Mengisi Pembangunan"

Upacara puncak Peringatan Hari Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu ke 190 tahun 2008 dilaksanakan di Desa Abubu Kecamatan Nusalaut, Rabu 9 Januari 2008 dengan Inspektur Upacara Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu.

_________________

Profil Facebook Ichan LoHy

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.ichan.co.cc
aladin



Male
Jumlah posting : 23
Age : 28
Pekerjaan/hobbies : playing football
Registration date : 21.11.07

PostSubyek: Re: Sejarah Singkat Perjuangan Jojaro Nusalaut   Sat Jan 26, 2008 12:34 pm

b bangga jadi anak maluku........ cheers cheers cheers cheers
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
SS



Jumlah posting : 16
Registration date : 10.11.07

PostSubyek: Re: Sejarah Singkat Perjuangan Jojaro Nusalaut   Sat Jan 26, 2008 12:35 pm

SAya Juga IKUT baNgGa..!!
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
ichan.lohy
Admin


Male
Jumlah posting : 552
Age : 28
Lokasi (kota-Prov) : Amboneeezzzz, but NoW iN MaLAnk City
Pekerjaan/hobbies : Network Engineer / Otak-atik computer
Angkatan Kelulusan : 2005
Registration date : 06.11.07

PostSubyek: Re: Sejarah Singkat Perjuangan Jojaro Nusalaut   Sat Jan 26, 2008 3:09 pm


Katong pung daerah yg satu ini memeng akan slalu biqin katong bangga...
walalu pun sedqt bisa di bilang apa yg katong ungkapkan ini berbanding terbalik dengan yg terjadi saat ini...



afro afro afro afro afro afro afro
afro afro afro afro afro
afro afro afro
afro afro
afro

_________________

Profil Facebook Ichan LoHy

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.ichan.co.cc
SS



Jumlah posting : 16
Registration date : 10.11.07

PostSubyek: Re: Sejarah Singkat Perjuangan Jojaro Nusalaut   Tue Jan 29, 2008 4:54 pm

SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT,
SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT,
SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT,
SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT, SAPAKAT,
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
ichan.lohy
Admin


Male
Jumlah posting : 552
Age : 28
Lokasi (kota-Prov) : Amboneeezzzz, but NoW iN MaLAnk City
Pekerjaan/hobbies : Network Engineer / Otak-atik computer
Angkatan Kelulusan : 2005
Registration date : 06.11.07

PostSubyek: Re: Sejarah Singkat Perjuangan Jojaro Nusalaut   Fri Feb 01, 2008 2:49 pm

ha..ha..ha..ha..
ha..ha..ha..ha..ha..
ha..ha..ha..ha..ha..ha..
ha..ha..ha..ha..ha..ha..ha..


_________________

Profil Facebook Ichan LoHy

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.ichan.co.cc
Sponsored content




PostSubyek: Re: Sejarah Singkat Perjuangan Jojaro Nusalaut   Today at 5:46 am

Kembali Ke Atas Go down
 
Sejarah Singkat Perjuangan Jojaro Nusalaut
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ALuMni SMA nEgERi 11 aMbOn :: FORUM DISKUSI :: Mollucca tOdAY-
Navigasi: