...Online Community buat semua JEBOLAN SmA N 11 Ambon...
 
IndeksPortailGalleryFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Selamatkan Terumbu Karang di Maluku

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
ichan.lohy
Admin


Male
Jumlah posting : 552
Age : 28
Lokasi (kota-Prov) : Amboneeezzzz, but NoW iN MaLAnk City
Pekerjaan/hobbies : Network Engineer / Otak-atik computer
Angkatan Kelulusan : 2005
Registration date : 06.11.07

PostSubyek: Selamatkan Terumbu Karang di Maluku   Mon Mar 17, 2008 2:46 pm

Upaya pemerintah Provinsi Maluku dalam upaya penyelamatan potensi laut terutama terumbu karang di Provinsi Maluku merupakan prioritas utama yang dilakukan pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku, upaya ini salah satunya diwujudkan dalam kegiatan rehabilitasi ekosistem terumbu karang dengan menggunakan pakan prioritas utama yang dilakukan pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku, upaya ini salah satunya diwujudkan dalam kegiatan rehabilitasi ekosistem terumbu karang dengan menggunakan metode transplantasi dan implementasi pengelolaan kawasan potensi konservasi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. Secara alamiah, Provinsi Maluku memiliki banyak pulau-pulau dan pada sebagian pulau-pulau tersebut dijumpai 3 ekosistem utama perairan pesisir dan laut daerah tropis yaitu Mangrove, Lamun, dan Terumbu Karang, demikian disampaikan Gubernur Maluku Karel Alberth Ralahalu dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Ir. Romelus Far Far,Msi saat membuka presentasi laporan akhir kegiatan rehabilitasi ekosistem terumbu karang dengan metode transplantasi dan implementasi potensi kawasan konservasi di Provinsi Maluku yang berlangsung kamis (6/3) di Aula Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku.

Dikatakan Ralahalu, kenyataan menunjukkan bahwa eksistensi dari ketiga ekosistem penyangga utama keberadaan berbagai jenis kehidupan di lingkungan perairan pesisir, dari waktu ke waktu terus mengalami penurunan fungsi akibat berbagai aktifitas manusia. "Manfaat dari ketiga ekosistem ini sangat penting bagi kehidupan manusia itu sendiri" tandasnya. Untuk itulah, lanjut Ralahalu, ekosistem terumbu karang yang memiliki fungsi dan peranan penting ini, ditetapkan sebagai ekosistem warisan dunia (world heritage), yang termasuk program lingkungan hidup, dalam rangka penyelamatan ekosistem tersebut sehingga perhatian masyarakat internasional, regional, nasional maupun masyarakat lokal, telah mengupayakan konservasi yang dewasa ini sedang giat-giatnya dilaksanakan, "hal ini dilakukan meliputi, rehabilitas ekosistem terumbu karang dengan maksud untuk menjamin eksistensi keanekaragaman hayati dan lingkungan habitatnya" tegas Ralahalu sembari menambahkan selain itu juga sebagai upaya mengembalikan fungsi-fungsi utama ekosistem. Dijelaskan Ralahalu, ekonomi sumberdaya Alam secara besar-besaran tanpa mempertimbangkan kelestariannya termasuk terumbu karang di Wilayah perairan Provinsi Maluku akan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan perairan seperti Degradasi terumbu karang yang terjadi karena sebab-sebab alami maupun akibat kegiatan manusia." Ini terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya bagian dan fungsi lingkungan laut, serta kesadaran untuk mencintai dan melestarikan laut dan ekosistemnya". Menurut Ralahalu, implementasi pengelolaan kawasan potensi konservasi, bagi kita masyarakat Maluku yang dikenal dengan istilah Sasi, hal ini dipandang sebagai suatu kesatuan hidup masyarakat, sehingga perlu dijaga keberadaan serta kelanjutannya, sehingga keberlangsungan sumber daya dan lingkungannya dapat terpelihara.

"Pada era otonomi daerah sudah saatnya kita melihat wilayah laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil sebagai kawasan yang menarik dan layak bagi kegiatan investasi" tegasnya sembari menambahkan pola pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungannya sudah harus mengacu pada tata ruang yang ada, di dalam pelaksanaannya harus memperhatikan beberapa faktor antara lain keterkaitan antar sistem wilayah atau ekosistem, efisiensi pemanfaatan sumberdaya, menyeimbangkan regional disparatis, konsistensi dalam budget alikasi dan keterpaduan pengembangan areal. Olehnya itu perlu optimalisasi pemanfaatan sumberdaya alam melalui pengelolaan yang terpadu, agar kebutuhan manusia dapat terpenuhi sekaligus menjaga sumberdaya alam tetap lestari dan berkelanjutan. Dengan kata lain setiap aktifitas ekonomi atau pembangunan di kawasan pulau-pulau kecil serta berbagai ekosistem di sekitarnya harus didasarkan pada analisis kesesuaian lingkungan.

Perlu diketahui bahwa kegiatan yang dijadikan sampel wilayah ada 2 kabupaten yakni Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Ambon terkait dengan itu, ketika ditanya apa alasannya sehingga dipilih 2 kabupaten tersebut, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Maluku Ir. Romelus Far-Far,MSi mengatakan bahwa hal ini karena adanya keterbatasan dana sehingga ditetapkan 2 lokasi tersebut. Selain itu, Far-Far katakan bahwa untuk pilihan ke kabupaten Maluku Tenggara karena di daerah tersebut banyak terjadi aktifitas pengumpulan ikan-ikan kerapu yang juga dinilai dalam pelakasanaan awal itu harus diperbaiki cara penangkapannya, hal itu juga mempengaruhi pertumbuhan serta produksi ekosistem di daerah tersebut, sedangkan untuk kota ambon karena wilayahnya cukup dekat dan hampir semua pesisir pulau Ambon sudah dijadikan wilayah pariwisata dan oleh karena itu persiapan untuk rehabilitasi karang mesti dikerjakan sedini mungkin.

Diakui Far-far bahwa, semua pulau-pulau kecil dan pesisir di semua Kabupaten dan Kota di Maluku memiliki perairan ekosistem karang, olehnya itu pihaknya juga akan mengidentifikasi lokasi-lokasi yang mudah dikerjakan dalam rangka merehabilitasinya dan juga dikonservasikan. "Far Far yakin laporan akhir daripada kegiatan rehabilitasi ekosistem karang ini bisa menjadi jalan keluar untuk bagaimana kita bisa merawat serta memperbaiki lagi terumbu karang yang mengalami kerusakan" tegasnya. Dalam kegiatan rehabilitasi Ekosistem terumbu karang yang dilaksankaan di Kabupaten Maluku Tenggara dan pesisir Selatan Pulau Ambon, dilakukan penelitian yang melibatkan pihak Akademisi yakni para Peneliti dari Lembaga Penelitian Universitas Pattimura Ambon.

Sumber : http://malukuprov.go.id

_________________

Profil Facebook Ichan LoHy

Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://www.ichan.co.cc
 
Selamatkan Terumbu Karang di Maluku
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
ALuMni SMA nEgERi 11 aMbOn :: FORUM DISKUSI :: Mollucca tOdAY-
Navigasi: